PERSPEKTIF KEUANGAN (Financial Perspective)

Diposting pada

Konsultan BSC – Perspektif keuangan selalu digunakan dalam Balance Scorecard, dikarenakan ukuran keuangan memperlihatkan apakah perencanaan dan pelaksanaan langkah perusahaan menambahkan perbaikan atau tidak bagi peningkatan keuntungan perusahaan. Perbaikan-perbaikan ini tercermin dalam sasaran-sasaran yang secara tertentu berhubungan bersama keuntungan yang terukur, perkembangan usaha, dan nilai pemegang saham.

Pengukuran kinerja keuangan pertimbangkan terdapatnya tahapan berasal dari siklus kehidupan bisnis, yaitu: growth, sustain, dan harvest (Kaplan dan Norton, 2001). Tiap tahapan mempunyai sasaran yang berbeda, agar penekanan pengukurannya pun tidak sama pula.

1. Growth (bertumbuh)

Tahap perkembangan jadi bagian awal dalam siklus kehidupan bisnis. Pada bagian ini perusahaan berusaha untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan perkembangan bisnisnya. Selain itu, perusahaan dapat menanamkan investasi sebanyak-banyaknya, meningkatkan produk baru, membangun sarana produksi, meningkatkan kebolehan beroperasi, merebut pangsa pasar, dan mengakibatkan jaringan distribusi. Di dalam bagian ini barangkali besar perusahaan dapat selalu dalam suasana rugi, dikarenakan bagian ini perusahaan memfokuskan untuk penanaman investasi yang dinikmati dalam jangka panjang nanti.

2. Sustain (bertahan)

adalah tahapan ke-2 di mana perusahaan masih melaksanakan investasi dan reinvestasi bersama berarti tingkat pengembalian terbaik. Pada bagian ini perusahaan masih membawa daya tarik yang bagus bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Dalam bagian ini perusahaan mesti sanggup mempertahankan pangsa pasar yang udah dimiliki dan mesti memperhatikan kualitas produk dan service yang lebih baik agar secara bertahap dapat mengalami perkembangan berasal dari th. ke tahun.

Tujuan keuangan terhadap bagian ini umumnya lebih berorientasi terhadap profitabilitas. Tujuan yang berkenaan bersama profitabilitas sanggup dinyatakan bersama menggunakan ukuran yang berkenaan bersama laba operasional. Untuk beroleh profitabilitas yang baik pastinya para manajer mesti bekerja keras untuk memaksimalkan pendapat yang dihasilkan berasal dari investasi modal, sedang untuk unit usaha yang udah mempunyai otonomi diminta tidak cuma mengelola arus pendapatan, tapi terhitung tingkat investasi modal yang udah ditanamkan dalam unit usaha yang bersangkutan. Tolak ukur lain yang sering digunakan terhadap bagian ini, bila ROI, profit margin, dan operating ratio.

3. Harvest (Menuai)

Tahap ini merupakan bagian pendewasaan bagi sebuah perusahaan, dikarenakan terhadap bagian ini perusahaan tinggal memetik berasal dari investasi yang dilakukan terhadap tahap-tahap sebelumnya, yang mesti dilakukan terhadap bagian ini adalah perusahaan tidak ulang melaksanakan investasi, tapi cuma memelihara agar perusahaan berjalan bersama baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *