Arti Sebuah Nama dalam Islam, dan Daftar Nama Bayi Menurut Islam (Laki-laki dan Perempuan)

Diposting pada

Anda pasti pernah mendengar istilah, apalagi arti sebuah nama? Ungkapan ini setidaknya sering kita dengar dalam keseharian atau dalam perkenalan bersama orang baru. Namun benarkah sesungguhnya ungkapan tersebut?

Ternyata, arti nama menurut islam sangat krusial sekali, tersedia yang disarankan dan tersedia yang dilarang. Jadi naman berkaitan bersama nashab atau keturunan. Kita disarankan untuk menambahkan nama-nama islami atau kita bisa berikan nama anak menurut al-qur’an, dikarenakan di dalam al-qruan sendiri terdapat banyak sekali nama-nama baik yang mempunyai kandungan doa dan harapan.

Karena memang, nama adalah sebuah doa. Nama jadi doa khususnya bagi ke-2 orang tua yang memberikan, juga kepada mereka yang memanggil. Sehingga, arti nama menurut islam sangatlah penting.

Arti Sebuah Nama Menurut Islam
” Kami perintahkan kepada manusia sehingga berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya bersama kesulitan payah, dan melahirkannya bersama kesulitan payah (pula). Mengandungnya hingga menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga bila dia udah dewasa dan umurnya hingga empat puluh th. ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang udah Engkau  berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan sehingga aku bisa berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku bersama (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku juga orang- orang yang berserah diri.” [QS. Al Ahqaaf, 46 : 15]

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Seseorang di antara kita mempunyai anak. Ia menamainya bersama nama Muhammad. Orang-orang berkata  kepadanya: Kami tidak dapat membiarkanmu berikan nama Rasulullah saw. Orang itu berangkat mempunyai anaknya yang ia gendong di atas punggungnya untuk menemui Rasulullah saw. Setelah hingga di hadapan Rasulullah saw. ia berkata: Ya Rasulullah! Anakku ini lahir lalu aku memberinya nama Muhammad. Tetapi, orang-orang berkata kepadaku: Kami tidak dapat membiarkanmu berikan nama bersama nama  Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh menambahkan nama bersama namaku, namun jangan berikan julukan bersama julukanku. Karena, akulah Qasim, aku membagi di antara kalian berikan nama  bayi / anak secaRa islami

Meski sastrawan Inggris, Shakespeare, berkata “What’s in a name?” Apalah arti sebuah nama?” Namun  dalam Islam, nama itu penting. Hendaknya berikan nama (tasmiyah) dikerjakan pada saat aqiqah, yakni menyembelih 2 ekor kambing untuk anak Laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuan.
Haram menamakan anak bersama nama Allah seperti Malikul Amlak dan Malikul Mulk (Raja Segala Raja)  dikarenakan itu adalah nama Allah. Jangan berikan nama anak bersama nama-nama Allah.
Sebaiknya nama adalah Abdul (Hamba) bersama Asma’ul Husna (99 Nama Allah yang baik) layaknya Abdullah (Hamba Allah), Abdurrahman (Hamba Maha Pengasih), Abdul Hakim, Abdul Hadi, dan  sebagainya.

Dari Aisyah ra., ia berkata: Asma binti Abu Bakar ra. nampak pada saat hijrah saat ia sedang mengandung  Abdullah bin Zubair. Ketika hingga di Quba’, ia melahirkan Abdullah di Quba’. Setelah melahirkan, ia nampak menemui Rasulullah saw. sehingga beliau mentahnik si bayi. Rasulullah saw. mengambil alih si bayi darinya dan beliau meletakkannya di pangkuan beliau. Kemudian beliau menghendaki kurma.
Aisyah ra. berkata: Kami wajib melacak sebentar sebelum saat mendapatkannya. Beliau mengunyah kurma itu lalu memberikannya ke mulut bayi sehingga yang pertama-tama masuk ke perutnya adalah kunyahan Rasulullah saw. Selanjutnya Asma berkata:
Kemudian Rasulullah saw. mengusap bayi, mendoakan dan memberinya nama Abdullah. Tatkala anak itu berumur tujuh atau delapan tahun, ia singgah untuk berbaiat kepada Rasulullah saw. Ayahnya, Zubair yang memerintahkan demikian. Rasulullah saw. tersenyum saat memandang anak itu menghadap beliau. Kemudian ia membaiat beliau.

Meski tersedia yang berkata bahwa berikan nama bisa dalam bahasa apa saja bukan cuma Arab, namun aku privat beranggapan dalam bahasa Arab lebih baik dikarenakan bahasa Arab merupakan bahasa umum/persatuan yang dipakai ummat Islam. Artinya bisa dipahami secara sama/standar oleh siapa saja. Misalnya jikalau Muhammad kita mengerti bermakna terpuji, atau Abdullah adalah Hamba Allah.
Contoh nama-nama Islami
Nama Nabi : Muhammad atau Ahmad, Adam, Idris, Nuh, Hud, Saleh, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Luth, Ya’qub, Yusuf, Syu’aib, Musa, Harun, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, Ilyas, Ilyasa’, Dzulkifli, Khaidir.
Nama yang diberikan Nabi:
Zainab (perempuan), Ibrahim, Mundzir.
Nama anak Nabi:
Ibrahim, Qosim, Fatimah (Az Zahro), Ummu Kaltsum.
Nama-nama orang baik dalam Al Qur’an:
Luqman (bapak yang bijaksana), Dzulkarnain (raja yang perkasa).
Cucu Nabi:
Hasan, Husein
Istri Nabi:
A’isyah, Ummu Salamah, Hafsah, Khadijah, Zainab, Shofiyah, Saudah, Maimunah, Juwairiyah.
Orang tua Nabi:
Abdullah, Aminah, Halimah (ibu susu), Maryam (ibu Nabi Isa).
Paman Nabi:
Hamzah, Abbas.
Sahabat Nabi:
Abu Bakar, Umar, Usman, Ali (Khulafaaur Rasyidiin), Zaid bin Harits, Salman Al Farisi, Bilal, Khalid bin Walid, Mu’adz bin Jabbal, Anas bin Malik, Abu Dzar Al Ghifari, Abu Ubaidah, Al Miqdad bin Amr bin Tsa’labah, Bara’ bin Malik, Fudhail bin Iyadl At Tamimy, Khobbaab bin Al-Art, Zaid bin Haritsah, Mu’adz Bin Jabal, Mush’ab Bin Umair, Utbah bin Ghazwan, Abdullah Bin Mughaffal, Abdullah Bin Malik, Ubai bin Ka’ab, Hudzaifah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *